Topografi Kabupaten Cirebon

peta topografi

Wilayah Kabupaten Cirebon memiliki ketinggian antara 0-130 meter di atas permukaan laut (mdpl). Wilayah kecamatan yang terletak sepanjang jalur Pantura termasuk pada dataran rendah yang memiliki ketinggian antara 0 – 10 m, yaitu Kecamatan Gunungjati, Suranenggala, Kapetakan, Mundu, Gebang, Pangenan, Losari, Astanajapura dan Pabedilan. Adapun wilayah kecamatan yang terletak di bagian Selatan memiliki ketinggian antara 11-130 mdpl. Berdasarkan ketinggian, Kabupaten Cirebon dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1) Wilayah dengan ketinggian 0-25 m dpl, tersebar dengan luas ± 64.636 Ha atau 65,31% dari luas wilayah Kabupaten Cirebon.

2) Wilayah dengan ketinggian 25-50 m dpl, tersebar dengan luas ±1.525,20 Ha atau 10,65% dari luas wilayah Kabupaten Cirebon.

3) Wilayahdengan ketinggian 50-100 m dpl, tersebar dengan luas ±10.196,40 Ha atau 10,30% dari luas wilayah Kabupaten Cirebon.

4) Wilayah dengan ketinggian 100-200 m dpl, tersebar dengan luas ± 61.150 Ha atau 6,21% dari luas wilayah Kabupaten Cirebon.

5) Wilayah dengan ketinggian 200-300 m dpl, tersebar dengan luas ± 4.275,55 Ha atau 4,32% dari luas wilayah Kabupaten Cirebon.

6) Wilayah dengan ketinggian 300 m dpl, tersebar dengan luas ± 2.180,20 Ha atau 2,20% dari luas wilayah Kabupaten Cirebon.

Kemiringan lereng di wilayah Kabupaten Cirebon bervariasi antara 0–8% sampai dengan lebih dari 40%.

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *