Pengendalian dan Evaluasi RKPD Kabupaten/Kota Semester II Tahun 2014 di Provinsi Jawa Barat

Pengendalian dan evaluasi merupakan satu kesatuan dari sistem perencanaan pembangunan daerah untuk menjamin konsistensi pelaksanaan dan menilai capaian kinerja rencana pembangunan daerah.

Dalam rangka pencapaian tujuan pengendalian dan evaluasi tersebut telah diuraikan tugas dan wewenang Menteri Dalam Negeri, Gubernur, dan Bupati/Walikota berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, yang menyatakan bahwa pengendalian dan evaluasi bertujuan untuk mewujudkan: (1) Konsistensi antara kebijakan dengan pelaksanaan dan hasil rencana pembangunan daerah; (2) Konsistensi antar dokumen perencanaan pembangunan daerah; (3) Kesesuaian antara capaian pembangunan daerah dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan Read more

Rancangan RPJMD Kabupaten Cirebon Tahun 2014-2019

Sebagaimana telah diamanatkan pada Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) Tahun 2005-2025 dan pada Undang-undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa setiap Kabupaten dan Kota diharuskan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten.

RPJMD Kabupaten merupakan penjabaran dari Visi, Misi, dan Arah Pembangunan Daerah Kabupaten dari Bupati terpilih yang penyusunannya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Provinsi (RPJP-Provinsi) serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten (RPJP-Kabupaten). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Cirebon ini akan menjabarkan kondisi umum daerah dan prediksi umum daerah serta visi, misi, sasaran, program dan arah pembangunan daerah selama 5 (lima) tahun kedepan yaitu Tahun 2014 sampai dengan tahun 2019.
Read more

Potensi Pengembangan Wilayah

Kabupaten Cirebon memiliki potensi pengembangan wilayah cukup prospektif.Potensi ini dituangkan dalam kebijakan penataan ruang wilayah Kabupaten Cirebon (RTRW Kabupaten Cirebon 2011-2031) yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 17 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Cirebon Tahun 2011-2031(Lembaran Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 17 Tahun 2011 Seri E.7). Read more

Struktur dan Jenis Tanah

Kabupaten Cirebon memiliki struktur dan jenis tanah beragam. Berdasarkan hasil identifikasi, struktur geologis tanah adalah hasil gunung api muda yang tak terurai (Qyu) seluas 33.740 Ha (34,10 %), breksi kompleks Kromong (Qvk) seluas 1.110 Ha (1,12 %), batu gamping kompleks Kromong (MI) seluas 202,60 Ha, formasi Kaliwungu (Pk) seluas 8.964,20 Ha (9,06 %), formasi Cijulang (Tpel) seluas 825 Ha (0,83 %), formasi Kalibiuk (Tpb) seluas 1.345 Ha (1,36 %), dan hasil gunung api tua yang tak terurai (Qvu) seluas 560 Ha (0,63 %). Kondisi struktur geologis tersebut dipengaruhi oleh keberadaan Gunung Ciremai. Jika ditinjau dari kondisi jenis tanah, wilayah Kabupaten Cirebon didominasi oleh jenis tanah aluvial (aluvial/Qa) seluas 52.224 ha (52,76 %),baik aluvial kelabu, aluvial kelabu tua, maupun asosiasi aluvial kelabu tua dan asosiasi regosol kelabu, regosol coklat keterabuan. Jenis-jenis tanah tersebut umumnya sesuai untuk pertanian semusim terutama padi, palawija dan perikanan. Jenis tanah lainnya adalah litosol, grumosol, mediteran, latasol, podsolik, regosol, dan gleihumus.

Topografi Kabupaten Cirebon

Wilayah Kabupaten Cirebon memiliki ketinggian antara 0-130 meter di atas permukaan laut (mdpl). Wilayah kecamatan yang terletak sepanjang jalur Pantura termasuk pada dataran rendah yang memiliki ketinggian antara 0 – 10 m, yaitu Kecamatan Gunungjati, Suranenggala, Kapetakan, Mundu, Gebang, Pangenan, Losari, Astanajapura dan Pabedilan. Adapun wilayah kecamatan yang terletak di bagian Selatan memiliki ketinggian antara 11-130 mdpl. Berdasarkan ketinggian, Kabupaten Cirebon dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Read more

1 3 4 5 6